PERMASALAHAN PENDIDIKAN

  1. A.    Permasalahan pokok pendidikan dan penanggulangannya

 

Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya  dan masyarakat sebagai suprasistem pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa jika tidak singkron dengan dengan pembangunan nasional.Artinya suatu permasalahan intern dalam sistem pendidikan selalu ada  kaitan dengan masalah-masalah diluar sistem pendididkan itu sendiri . misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarat sosial disekitarnnya .

 

Berdasrkan kenyataan tersebut maka penanggulangan masalah pendidikan juga sangat kompleks, menyangkut banyak komponen dan melibatkan banyak pihak. Pada dasarnya ada 2 masalah pokok yang dihadapi dunia pendidikan ditanah air kita dewasa ini ini, yaitu :

 

  1. Bagaimana semua warga Negara dapat menikmati kesempatan pendidikan
  2. Bagaiman pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun kedalam kancah kehidupan masyarakat.

 

Yang pertama masalah pemerataan, yang kedua masalah mutu, relevansi dan juga efisiensi pendidikan.

 

  1. 1.      Masalah pemerataan pendidikan

 

Dalam melaksanakan fungsinya  sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional, pendidikan nasional diharapkan dapat menyediaan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan .

 

Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga Negara khususnya usia anak sekolah yang tidak dapat ditampung didalam sistem atau lembaga pendidikan atau karena kurangnnya fasilitas pendidikan yang disediakan .

 

 

 

Pemecahan masalah pemerataan pendidikan

               Banyak macam pemecahan masalah yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa , langkah-langkah ditempuh melalui cara konvensional dan cara inovatif.

Cara konvensional antara lain :

  1. Membangun gedung sekolah seperti SD inpres dan ruangan belajar
  2. Menggunakangedung sekolah untuk double shift.

Adapun yang merupakan cara inovatif antara lain :

  1. Sistem pamong.
  2. SD kecil pada daerah terpencil
  3. Sistem guru kunjung.
  4. SMP terbuka.
  5. Kejar paket A
  6. Belajar jarak jauh seperti universitas terbuka.

 

  1. 2.      Masalah mutu pendidikan

 

Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diinginkan atau diharapkan.jadi mutu pendidikan pada akhirnya dilihat pada kualitas keluarannya jika tujuan nasional dijadikan sebagai criteria , maka pertanyaannya adalah apakah keluaran dari suatu sistem pendidikan menjadikan pribadi yang bertaqwa , mandiri dan berkarya anggota masyarakat sosial yang bertanggungjawab . dengan kata lain apakah keluaran itu sebagai manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya dan dapat membangun lingkungannya. Tetapi jika produk seperti itu sistem pendidikan dianggap mempunyai andil yang cukup yang tetap menjadi persoalan ialah bahwa cara pengukuran mutu produk tersebut tidak mudah . berhubung dengan susahnya pengukuran mutu produk tersebut maka ketika orang berbicara tentang mutu pendidikan maka pada umumnya orang Cuma akan berpatokan pada EBTA atau tes sejenisnya.padahal hasil belajar yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar yang tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil blajar yang bermutu.

 

 

 

 

Pemecahan masalah mutu pendidikan

 

Upaya pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, personalian dan managemen sebagai berikut :

 

  1. Seleksi yang lebih rasional terhadap masukan mentah khususnya untuk SLTA dan PT.
  2. pengembangan kemampuan tenaga pendidikan melalui studi lanjut, misalnya pelatihan, penatara seminar.
  3. Penyempurnaan kurikulum, misalnya dengan member materi yang lebih esensial dan mengandum muatan lokal, metode yang menantang dan menggairahkan belajar.
  4. Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tentramuntuk belajar.
  5. Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket dan media belajar lainnya.
  6. Peningkatan administrasi managemen.
  7.  Kegiatan pengendalian mutu yang berupa kegiatan –kegiatan

–          Laporan penyelenggaraan pendidikan

–          Supervise dan monitoring pendidikan.

–          Sistem ujian nasional Negara.

–          Akreditasi terhadap lembaga pendidikan Negara.

 

  1. 3.      Masalah efisiensi pendidikan

 

Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistempendidikan mendayagunakan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan . jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika yang terjadi sebaliknya maka efisiensinya rendah.

 

Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting adalah.

  1. Bagaimana tenaga pendidikan difungsikan.
  2. Bagaimana prasarana dan sarana pendidikan digunakan
  3. Bagaimana pendidikan diselenggarakan
  4. Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga masalh ini meliputi pengangkatan, penempatan dan pengembangan tenaga.

 

 

Masalah pengangkatan terletak pada kesenjangan antara stok tenaga yang tersedia dengan jatah pengankatan yang sangat terbatas.pada masa 5 tahun terakhir ini jatah pengangkatan setiap tahunnya hanya sekitar 20% dari kebutuhan tenaga pengajar dilapangan. Sedangkan persedian tenaga yang siap diangkat lebih besar daripada kebutuhan dilapangan . dengan demikian berarti lebih dari 80% tenaga yang tersedia tidak difungsikan ini artinya pemubasiran terselubung.

 

Masalah penempatan guru, khususnya guru bidang penempatan studi sering mengalami kepincangan, tidak disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan.contoh dari permasalahan ini adalah sauatu sekolah menerima guru baru dalam bidang studi yang sudah cukup atrau bahkan berkeebihan.

 

Masalah pengembangan tenaga pendidikan dilapangan biasanya terlambat, khususnya pada saat menyongsong hadirnya kurikulum baru. Dapat dikatakan umumnya penanganan pengembangan tenaga pelaksana dilapangan peyuluhan,pelatihan,lokakarya, dan peyebaran buku sangat lambat.

 

Penggunaan prasarana dan sarana pendidikan yang tidak efisien bisa terjadi antara lain sebagai akibat dari kurang matangnya perencanaan dan sering juga karena perubahan kurikuluum.

Banyak gedung SD inpres yang mulai dilancarkan pembangunannya pada akhir pelita 2 karena beberapa sebab dibangun pada lokasi yang tidak tepat . akibatnya banyak sekolah yang kekurangan murid dan sekolahnya kosong.

 

  1. Masalah relevansi pendidikan

Masalah relevansi mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat meghasilkan luaran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Luaran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sector pembangunan yang beraneka ragam seperti sector produksi, jasa dan lain-lain.baik dari segi jumlah dan kualitas.

 

Sebenarnya criteria relevansi seperti yangt dinyatakan tersebut cukup ideal jika dikaitka dengan kondisi sistem pendidikan yang pada umumnya dan gambaran tentang kerjaan yang ada antara lain sebahgai berikut :

 

–          Status lembaga pendidikan sendiri yang masih bermacam-macam kualitasnnya.

–          Sistem pendidikan tidak pernah menghaasilkan luaran siap[ pakakai yang ada malah siap kembang.

–          Peta kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang dapat digunakan sebagai pdoman oleh lembahga pendidikan untuk menyusun programnya tidak tersedia.

Umumnya luaran yang diproduksi oleh sistem pendidikan jumlahnya secara komulatif lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan dilapangan. Sealiknya ada jenis tenaga kerja yang dibutuhkan dilapangan kurang diproduksi atau bahkan mungkin tidak diproduksi.

Dari keempat macam masalah pedidikan tersebut masingp-masing teratasi jika pendidikan:

  1. Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar. Artinya sewmua warganegara yang butuh pendidikan dapat ditampung dalam 1 satuan pendidikan.
  2. Dapat mencapai hasil yang bermutu , artinya perencanaan pemrosesan pendidikan dapat mencapai sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
  3. Dapat terlaksana secara efisien artinya pemrosesan pendidikan sesuai dengan rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan.
  4. Produknya yang bermutu tersebut relevan artinya hasil pendidikan sesuai denga kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

 

  1. e.      Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan

 

Uraian selanjutnya akan mengemukakan maalah-masalah makro yang akan mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan , yaitu :

 

  1. Perkembangan iptek dan seni
  2. Laju pertumbuhan penduduk.
  3. Aspirasi masyarakat.
  4. Keterbelakangan budaya dan sarana sosial.

Perkembangan iptek

Terdapat hubungan yang erat antara pendidikan dan iptek .ilmu pengetahuan merupakan hsil eksplorasi secara sistem dan terorganisir mengenai alam semesta dan teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhi hidup masyarakat.

Sebagai contoh betapa eratnya hubungan antara pendidikan dan iptek itu, misalnya sering suatu tehnologi baru yang digunakan dalam suatu proses produksi menimbulkan kondisi ekonomi sosial baru lantaran perubahan persyaratan kerja dan mungkin  juga penguaraian jumlah tenaga kerja dan jam kerja, kebutuhan bahan-bahan baru , sistem pelayanan baru sampai pada perkembangan gaya hidup baru.

Perkembangan seni

Dilihat dari segi tujuan pendidikan yaitu terbentuknya manusia seutuhnya, aktivitas kesenian mempunyai andil yang besar karena dapat mengisi perkembangan domain afektif khususnya emosi yang positif dan konstruktif serta keterampilan disamping domain kognitif yang sudah digarap melalui program bidang study yang lain.

Laju pertumbuhan penduduk.

Masalah kependudukan dan kependididkan bersumber pada 2 hal yaitu.

  1. Pertumbuhan penduduk
  2. Penyebaran penduduk.

Aspirasi masyarakat

Dalam 2 dasawarsa terakhir ini aspirasi masyarakat dalam banyak hal meningkat, khususnya aspirasi terhadap pendidikan hidup yang sehat, aspirasi terhadap pekerjaan, kesemuanya itu mempengaruhi peningkatan aspirasi terhadap pendidikan. Orang mulai melihat bahwa untuk dapat hidup yang lebih layak dan sehat harus ada pekerjaan yang tetap yang menopang dan pendidikan yang memberikan jaminan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan tetap itu.

Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan

Sehubungan dengan factor penyebab terjadinya keterbelakanganbudaya umumnya dialami oleh :

–          Masyarakat daerah terpencil

–          Masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis

–          Masyarakat yang kurang terdidik.

 

Yang menjadi masalah ialah bahwa klompok masyarakat yang terbelakang kebudayaannya tidak ikut berperan serta dalam pembangunan sebab mereka memiliki kekurangandorongan untuk maju. Jadi inti utama permasalahannya adalah menyadarkan mereka akan ketertinggalannyadan bagaimana cara menyediakan sarana kehidupan dan sistem pendidikannya.

 

 

 

 

Advertisements
By DJ89 Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s