“WRITING NUCLEUS “

        Uraian Singkat

Sekarang materi ESP disajikan dengan judul Nucleus sebagai pengantar mata kuliah English specific untuk cabang ilmu dan technology yang berbeda. Masing-masing materi mempunyai bentuk yang sama dari 12 unit ditambah 3 unit revisi pendek dan mengikuti beberapa silabus yang tidak tetap yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada siswa tentang aplikasi dari konsep. Masing-masing unit dari mata kuliah ini  menghadirkan dan mengaplikasikan konsep dasar ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari latihan produktiv ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan siswa dan mendorong pelajar untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan masalah faktual dengan cara yang menarik. Hal ini merupakan  seperangkat hal  yang dipersiapkan untuk mata kuliah spesifik, yang memusatkan pada latihan membaca dan mendengar, masing-masing unit spesifik akan dimulai dengan rangkaian latihan produktif dimana konsep ditampilkan dalam unit yang umum, topic dan konteks yang cocok dengan mata kuliah, latihan aktiv ini dibawakan  secara tertulis dan teks untuk didengarkan.

                                                                         Latar belakang  

Materi ini disusun dari situasi pengajaran yang berhubungan dengan banyak hal lainnya dimana mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan tehnologi diperkenalkan dengan bahasa inggris dengan berbagai macam kesulitan yang dialami. Keadaan yang sulit ini diperparah dengan ilmu pengetahuan yang terbatas dan tidak sesuai dengan  bahasa inggris. Penempatan  yang tidak menekankan pada penggunaan yang praktis. Rendahnya motivasi dan materi yang tidak berkaitan dengan situasi pengajaran bahasa pada penggunaan bahasa inggris, yang sulit diterapkan  secara spesifik.

                                                            Situasi Pengajaran

Universitas Tabriz , Iran. Dimana seri ini dirancang dengan proporsi yang besar pada ilmu pengetahuan dan tehnologi. Hal ini meliputi kemampuan tehnik (sipil, mekanik, elektrik, pertanian, kedokteran, farmasi dan ilmu pengetahuan alam seperti fisika, kimia, matematika, biologi dan geologi. Mahasiswa mulai menspesialisasikan mata kuliah mereka mulai dari tahun  pertama, tidak seperti dengan universitas ketiga didunia, dimana siswa memulai pelajaran umum sebelum memisahkannya ke tehnik , fisika atau yang lain.situasi bahasa yang agak kompleks, menggunakan bahasa pengantar Persia disemua level pengajaran bahasa dandalam bentuk tertulis. Tetapi ada 40 persen siswa yang menggunakan bahasa turki. Kenyataannya banyak siswa yang menggunakan 2 bahasa atau bahkan 3 bahasa seperti bahasa Armenia,Persia dan Assyrian yang tidak mempengaruhi kemampuan mereka dalam belajar bahasa inggris.  Banyak dosen ilmu pengetahuan alam dan tehnologi yang mengajar dalam bahasa Persia. Ada juga beberapa guru yang berasal dari luar negeri seperti india, Pakistan, inggris dan amerika, yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar yang sebenarnya kurang berhasil kecuali siswa pada tingkat advance. Beberapa dozen Pakistan dan india cukup mengerti bahasa Persia; dosen yang lain harus menghadap kelas dengan menafsirkan atau menerjemahkan apa yang dosen mereka katakan.

Permasalahan siswa dalam membaca dalam tahap awal selamama 4 tahun  perkuliahan tergantung pada lembaran cyclostyled dan booklet yang berisi informasi dari buku impor. Mereka memulai menggunakan buku berbahasa inggris  dalam tahun kedua atau tahun ketiga masa perkuliahan, tetapi dalam menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar penggunaannya agak tidak menentu dan bermacam dari satu mata kuliah ke mata kuliah laiinnya. Dalam farmasi sebagai contoh , siswa menggunakan buku teks berbahasa inggris mulai ditahun pertama  . beberapa dari buku tersebut diwajibkan dan yang lainnya merupakan pilihan. Beberapa siswa mempunyai kesulitan dalam memahami buku berbahasa inggris, beberap bahkan menggunakan teksbook inggris atau amerika yang biasanya tidak cocok dengan tingkat spesialisasi siswa dan tidak ada jaminan bahwa siswa dalam satu kelas menggunakan teksbook yang sama. Buku yang paling terkenal adalah buku yang paling murah: buku rusia yang diterjemahkan kedalam bahasa inggris dan diterbitkan di uni soviet. Hal tersebut memberikan beberpa indikasi masalah dalam penelitian bahasa inggris dalam pelajaran membaca dan  mendengarkan yang dibutuhkan oleh para siswa: tidak hanya dalam pengajaran yang terlalu biasa yang digunakan  pada mata kuliah, level dan medium namun juga ada perbedaan yang sangat besar dalam hal gaya bahasa inggris yang dituturkan oleh orang india dan buku bahasa inggris yang diterbitkan di Russia. Masalah ini semakin memperburuk kenyataan bahwa pengajaran bahasa inggris diberikan ditahun pertama dan kedua.dimana siswa tidak mempunyai pengalaman yang cukup yang penting dan dibutuhkan sampai diakhir masa kuliah mereka.

Metode pengajaran khususnya pada tahap awal sangat tergantung pada tehnik hapalan yang ditekankan dalam ujian. Ketika film Fahrenheit 451 ditampilkan di Tabriz, hal yang sangat mengesankan bagi saya adalah adegan akhir dimana orang buangan berjalan mondar mandir dibawah pohon yang dilakukan untuk mengingat  informasi berharga yang mereka dapatkan dari sebuah buku. Hal tersebut sama dengan hal yang dilakukan di universitas pada saat ujian terdahulu. Cara tradisional dari belajar tersebut tidak diragukan lagi pastinya berpengaruh pada sikap pelajar dalam mempelajari bahasa inggris: hal tersebut mempengaruhi pandangan dalam isi pelajaran maupun dalam mengkomunikasikan dan memperoleh ilmu pengetahuan. Kurikulum yang ada ditabriz mencoba menerapkan sikap tradisional dalam belajar yang kenyataanya siswa menghadiri mata kuliah bahasa inggris untuk memperoleh keterampilan bahasa. Saya harus menambahkan  bahwa respon para siswa sangat baik dalam memberikan  jalan keluar dalam proses pembelajaran mereka sebelumnya sering kali memperlihatkan kesiapan belajar untuk diri mereka sendiri dan berimprovisasi; kemungkinan hal ini  karena aktivitas ditandai sebagai sambutan perubahan dari pengalaman belajar bahasa sebelumnya.

Karena ketergantungan pada sistem hafalan pada mata kuliah mereka, mata kuliah ilmu alam dan tehnologi dikonsentrasikan pada teori  awal, sama dengan mahasiswa   ilmu pengetahuan terapan mempunyai sedikit pengalaman, jika ada itupun Cuma dilaboratorium dan workshop. Hal tersebut merupakan faktor dalam menggunakan perlengkapan ilmiah atau alat peraga dalam mengajarkan EST.

Hal lain yang mempengaruhi  akademik para siswa dalam mempelajari bahasa inggris-   adalah persaingan antar cabang  ilmu pengetahuan. Beberapa pelajaran pada hakikatnya lebih baik daripada yang lainnya. Secara umum, saya pikir pengaruh dari keadaan ini dalam proses belajar sangat tidak baik bagi semua disiplin ilmu. Pelajar yang berada pada fakultas yang bergensi menganggap diri mereka penting dan merendahkan mata pelajaran lainnya. Proses belajar yang kurang antusias dan diakhir tahun pertama kembali melakukan ujian ntuk memenuhi syarat (psikikawan mencoba masuk di tehnik, biolog ke kedokteran). Pengaruh pembelajaran bahasa yang pertama adalah siswa sangat merasakan hubungan antara materi terhadap mata kuliah mereka.

SITUASI BELAJAR

Ilmu pengetahuan dan tehnologi di universitas telah berkembang cepat di tahun 50 an sam pai 60 an. Pusat bahasa dibangun ditahun 1970 untuk memenuhi kebutuhan bahasa inggris khusus pada pelajar.. jurusan bahasa inggris melanjutkan menjalankan kelas remedial difakultas sastra akan tetapi pusat bahasa melayani semua disiplin ilmu termasuk didalamnya pendidikan dan ilmu keperawatan. Pusat bahasa berkembang pesat 1972 ketika pendekatan pengajaran nucleus diajarkan dimana saat itu staff pusat bahasa berjumlah 20 orang.

Kebanyakan pengajar bahasa inggris dipusat bahasa adalah orang inggris dan beberapa merupakan orang amerika, dan kenyataannya Cuma 1 orang iran dan kebanyakan para pengajar iran masih percaya bahwa megajarkan bahasa inggris secara tradisional masih cukup baik.

Pusat bahasa mengajarkan bahasa inggris enam jam perhari  ditahun pertama dan tiga jam ditahun kedua.ketika pusat bahasa yang pertama dibangun. Materi dan metode yang digunakan dirubah secara besar-besaran. Berbagai macam buku  perkuliahan dipublikasikan dan dicobakan  tetapi banyak dari buku  tersebut tidak cocok baik secara criteria structural dan juga karena materi yang terlalu panjang dan banyak selain itu bahasa dan konteks yang digunakan sangat sederhana dan tidak spesifik dan tidak berkarakter bahasa inggris ilmiah. Salah satu buku yang sangat membantu adalah buku writing scientific English yang ditulis oleh swales, buku ini banyak digunakan ditahun kedua. Meskipun siswa kami tidak mengutamakan bahasa inggris dalam menulis , kebanyakan latihan mengkonsentrasikan pada aspek penting comunikasi ilmiah.

 

                                                 Kriteria dasar pengembangan mata kuliah

 

Sebahagian hasil dari experiment ini dan materi tradisional, untuk pengembangan pendekatan yang merupakan bentuk dasar dari pendekatan nucleus.

  1. Penggabungan kerangka deasar dalam mengajarkan bahasa inggris kepada para pelajar dalam berbagai macam mata kuliah terasa sangat penting. Hal ini memungkinkan perbedaan yang cukup antara mata kuliah (guru dan penulis yang dispesialisasikan dalam mata kuliah dimana mereka tertarik) dan memungkinkan para guru untuk menyatukan ide mereka , menyesuaikan usaha dan kemampuan dalam waktu yang terbatas untuk menulis dan meneliti.
  2. Materi harus menarik para pelajar baik dan berhubungan dengan kebutuhan kebutuhan akademik mereka dan berisi aktivitas pembelajaran yang menarik.
  3. Kebanykan para siswa tidak dapat menguasai lanjutan dan tulisan dalam buku mereka.
  4. Karena bakat dan kecerdasan para siswa dalam menghafal dan mengingat pengulangan , materi meliputi latihan mekanis dan aktivitas communicative yaitu tekhnik penyelesaian masalah dan diskusi.

Siswa

         Beberapa penjelasan tentang pelajar  dan pengajar bahasa mungkin akan memperjelas sebelum saya menggambarkan perkembangan materi secara detail.

Prestasi bahasa inggris yang dicapai oleh siswa bermacam namun biasanya rendah. Pengalaman belajar siswa dalam bahasa inggris banyak menekankan pada model dan bentuk tata bahasa. Beberapa siswa mempunyai kesempatan menggunakan bentuk tata bahasa yang mereka pelajari dalam bentuk yang komunikatif..sebagaiu contoh meskipun mereka mseharusnya menggunakan bentuk past dalam sebuah kalimat namun beberapa dari mereka menyebutnya dalam bentuk continius.

Meskipun mereka mempunyai pengetahuan yang rendah dalam bahasa inggris namun mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar, paling tidak pada tahun pertama mereka meningkatkan dan mengaplikasikan apa yang mereka tahu.

Hubungan antara pelajar dan guru bahasa asing mereka sangat  baik. Saya percaya bahwa hal tersebut mempunyai kontribusi yang besar dalam keberhasilan mereka menguasai materi atau pelajaran dan sebaliknya perhatian dan minat mereka dalam pelajaran membantu perkembangan hubungan antara para siswa dengan guru.

Guru dan Penulis

Kebanyakan guru menghadapi tugas menulis dalam materi ESP dengan antusias. Banyak dari kami baru lulus mata kuliah TEFL dan linguistic terapan. Yang tentunya hal tersebut sangat bermanfaat pada rasa ingin tahu dan penerapannya. Meskipun hal tersebut juga memberikan beberapa efek negative. beberapa contoh  beberapa dari kami mempunyai pengalaman pada ESP tapi kurang berpengalaman dalam penulisan ilmiah. Latar belakang akademik psikology dan sosiologi yang dihubungkan dengan bahasa inggris dan bahasa asing lainnya. Guru yang mempunyai backround pengetahuan dengan mata kuliahnya adalah Ian Stewart yang yang menulis bagian dari mata kuliah geologi dan mendapatkan gelar dalam ilmu geography.kemudian kami mempunyai cirri yang sama dengan para pengajar ESP pada umumnya di dunia.dilain hal bahwa para guru dengan cepat dapat tertarik dalam mata kuliah yang mereka geluti.

                                    Keterbatasan Dalam Menentukan Tujuan

 

Dalam pengembangan materi beberapa dari kami mempunyai hambatan dalam hal mendapatkan buku dan level yang cocok yang akan digunakan pada tahun pertama pada tingkatan biasa dan tingkatan lanjutan dalam pendidikan bahasa inggris. Membangun kecocokan level dengan isi mata kuliah sangat tidak mudah. Kami dibatasi dengan keterbatasan pengetahuan  dan akses buku. Hal dasar yang biasa dihadapi adalah tidak semua topic dan konteks akan dikenali atau diketahui oleh para siswa, yang berarti dalam langkah awal kami harus  membatasi diri kami untuk hanya memberikan apa yang telah mereka pelajari di SMA . idealnya hal itu berarti bahwa pada tingkatan selanjutnya harus menghubungkan antara mata pelajaran dan silabus. Tetapi dalam kenyataannya dalam silabus yang agak berubah-ubah dan kami mendapatkan kesulitan  karena kami kurang mempunyai pengetahuan tentang bahasa Persia untuk tujuan akademik dimana para dosen dan administrator tidak berbicara bahasa Persia. Saya hanya mendapatkan informasi dari para siswa saya

                      Faktor Lain Yang Mempengaruhi Rancangan Mata Kuliah.

 

kenyataan bahwa kebutuhan bahasa yang tepat bagi para pelajar dalam bacaan actual dan teks pembelajara aural sangat sulit untuk ditentukan dan menimbulkan banyak masalah bagi kami dalam memberikan mata kuliah ESP yang sesuai. Dalam situasi tersebut, maka dalam kemungkinan tersebut kami juga mendapatkan beberapa keuntungan , karena memaksa kami untuk berpikir secara luas tentang ciri-ciri dasar yang sama dalam cabang yang berbeda dalam metode pengajaran, dan menggunakan kemampuan alami dan akal sehat, intelegensi, intuisi dan humor.pendekatan kami berkembang dala banyak faktor yang berbeda- beberapa lokal dan yang lainnya universal, termasuk didalamnya sikap para siswa terhadap bahasa dan pembelajaran , hubungan mereka dengan para pengajar dan sikap mereka terhadap pembelajaran. Pengalaman teori akademik kami tentang hakikat pembelajaran bahasa dan bahasa inggris ilmiah baik

dalam strukturalis dan komunikatif.

                               Lambang dan Kriteria Kemampuan Bahasa

 

Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan materi bahasa adalah perbedaan satu dengan yang lainnya. Di tahap awal konflik utama antara lambang dan pendekatan funsional pembelajaran bahasa. Pada saat itu pada tahun 1972 gagasan tentang fungsional dan komunikatif pembelajaran bahasa dan dimensi retoris penggunaan bahasa hanya digunakan pada awalnya saja di Tabriz.  Faktanya bahawa 2 orang dari kami baru saja belajar di universitas Edinburgh dan sepaham dengan gagasan H.G. Widdowson yang memberikan pengaruh yang penting. Tetapi banyak dari rekan kami yang yang menjalankan metode strukturalis, pendekatan berbasis kalimat. Sambil memulai memikirkan pendekatan yng tepat untuk pengajaran bahasa inggris pada fakultas science kami membagikan gagasan widdowson yang tidak percaya pada usaha penggunaan bentuk bahasa.

Pada dasarnya kami tidak menolak criteria structural secara keseluruhan karena:

  1. Sangat tidak baik jika mengacuhkan sebuah pendekatan hanya karena yang lainnya lebih baik.
  2. Meskipun kita dapat menganggap bahwa silabus siswa telah meliputi bentuk tata bahasa dasar bahasa inggris dan usaha kami untuk memperbaiki kebiasaan mereka dalam latihan dan pengulangan nyatanya tidak berhasil.
  3. Kita ingin membangun dan meningkatkan kecndrungan guru dan siswa dalam mendaatkan pengalaman yang produktiv.

Sebelum mengerjakan kerangka dasar kuliah kami. Kami mempersiapkan daftar istilah bahasa yang kami rasa sangat penting bagi para ilmuwan dan tehknologist dalam frekuensi dan kegunaanya.kami berharap dapat memberikann perhatian yang khusus terhadap masalah pengaruh bahasa ibu yang tertunda karena kekurangan waktu untuk penelitian yang penting. Kami mengkonsentrasikan pada struktur untuk mengetahui masalah sebenarnya , termasuk ciri dan bentuk mata kuliah. Kami mengacuhkan bentuk yang tidak sempurna menjadi penghambat dalam komunikasi. Sebagai contoh, beberapa guru menjadi menyenangkan dengan beberapa ungkapan yang aneh seperti kata “mister” what mean this? dan menghabiskan energi mereka untuk membuat siswa mereka mengerti  apa arti dari kata tersebut ?  belajar dalam tahap ini kurang  bermanfaat dan latihan tidak penting lagi, karena sudah sangat jelas apa yang siswa coba untuk katakan.  Biasanya kata-kata yang kami daftar sebelumnya berhubungan dengan  fungsi kategori yang menyajikan criteria dasar pemilihan bahasa yang ingin dibentuk. Kami mencoba untuk menunjukkan formalitas dan criteria kemampuan yang berhubungan dengan keinginan kami dalam hal pengembangan silabus.. sebagai contoh, kami mulai dengan memasukkan penggunaan sosial bahasa( keadaan yang tidak formal, ekspresi sikap dan lainnya) bersamaan dengan banyak fungsi narrative yang berbentuk teks non-ilmiah; hal ini sepertinya tidak sesuai dengan buku yang digunakan dan para dosen. Hasil dari keputusan ini adalah , kami mengkonsentrasikan pilihan pada bentuk verb pada present tense, active dan passive  bersamaan dengan bentuk modal yang diasosiasikan  dengan ungkapan kemungkinan atau kalimat perintah.

.

Advertisements
By DJ89 Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s